Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label logistik in

1x24 Jam TERSELESAIKAN

Saat barang datang dari mitra seringkali ada ketidaklengkapan dokumen yang menyertai barang yang datang. Selain membuat zona khusus barang yang tidak lengkap dokumennya atau diaebut zona pending, bagian penerimaan membuat ketentuan lainnya. Yaitu mengharuskan barang yang di pending 1×24 jam dokumennya selesai diurus ke pihak internal perusahaan. Hal ini selain untuk menjaga agar tidak terjadi penumpukan barang di bagian penerimaan juga membangun respect ke mitra untuk dapat segera mengajukan invoice.

QC di HARI yg SAMA

Setiap harinya bagian Receiver menerima barang tidak terkecuali dari mitra FOB dan CMT. dalam penerimaan diatas terdapat tahapan kegiatan yabg dilakukan, mulai dari Penerimaan PO, Bongkar barang, QC dan Penyimpanan di warehouse barang jadi. Agar tidak terjadi tumpukan barang di space penerimaan barang, maka ditetapkan ketentuan barang yang datang harus sudah tersimpan di gudang barang jadi di hari yang sama. Disisi lain hal ini akan mendorong bagian warehouse barwng jadi untuk segera mengalokasikan dan mengirimkan barang ke store dan mitra.

Mobile PALET

Untuk menunjang Penyimpanan bahan baku di gudang bahan digunakan Palet sebagai alas penyimpanan bahan baku. Hal ini bertujuan agar bahan baku tidak langsung bersentuhan dengan lantai disisi lain palet di desain untuk dapat dengan mudah dipindahkan dari satu tempat kw tempat lainnya. Untuk mobilisasi palet dan satu titik ke titik lainnya dibutuhkan fork lift yang akan mengangkat palet.

QC sebelum PENYIMPANAN

Saat bahan diterima oleh bagian receiver, sebelum dilakukan penyimpanan di gudang bahan dilakukan quality control dari bahan yang datang. Proses ini dilakukan terutama jika pembelian dilakukan di trader. Jika hasil QC 100% bagus maka bahan akan disimpan di gudangpenyimpanan bahan namun jika bahan cacat maka bahan akan dikembalikan kembali ke trader untuk proses pergantian.

Daily MONITORING

Penerimaan yang berlangsung setiap hari harus ditunjang oleh papan informasi kedatangan yang berisikan informasi kedatangan barang setiap harinya. Info yang tertulis harus diketahui hari sebelumnya hal ino dimaksudkan untuk mengatur tenaga sdm saat proses penerimaan. Sisi lain waktu kedatangan harus diatur sedemikian rupa agar  arang yang datang tidak bersamaan yang dapat menimbulkan antrian panjang saat proses penerimaan.

PENDING area di PENERIMAAN

Setiap barang yang diterima di bagian penerimaan barang belum tentu lanjut ke proses penyimpanan di gudang. Karena untuk setiap penerimaan barang diperlukan persyaratan dokumen yang dibutuhkan semisal surat jalan dan purchasing order yang harus dibawa saat mengirim barang ke gudang. Untuk barang barang yang tidak dilengkapi dokumen disediakan zona untuk penerimaan barang yang di pending. Hal ini ditujukan untuk memisahkan dengan barang yang lengkap dokumen pengirimannnya.

QUICK COUNT di Penerimaan

Jika diminta menghitung produk yang datang dari mitra produksi dalam jumlah ratusan secara manual masih bisa sabar menghitungnya. Bagaimana jika produk yang datang jumlahnya puluhan ribu? Bisa berhari hari kita menyelesaikannya. Oleh karenanya di bagian penerimaan barang untuk perhitungan dalam jumlah ribuan menggunakan mesin hitung yang akan membantu mempercepat proses perhitungan. Sebelumnya di ambil terdahulu produk 1 kodi lalu ditimbang semisal beratnya 1 kg. Maka selanjutnya mesin hitung distel jika berat 1 kg maka jumlah produknya 1 kodi atau 20 buah. Selanjutnya produk berikutnya ditimbang jika saat ditimbang menunjukan berat 1 kg dan tertulis 20 maka barang yang dikirim benar sejumlah 20. Namun jika saat dihitung berat kurang dari 1 kg  dan jumlahnya menunjukan semisal 18  maka produk tersebut kurang 2 buah. Selanjutnya akan dipisah dan dilengkapi terlebih dahulu dan kemudian ditimbang kembali sampai perhitungan mesin menunjukan angka 1 kg dan 20 buah.

4 ZONA Penerimaan

Penerimaan barang menjadi hal penting dalam menunjang kelancaran proses produksi SHAFCO. Untuk itu diperlukan banyak perbaikan dilakukan oleh teman teman di departemen Logistik satu diantaranya adalah melakukan ZONASI pada proses penerimaan barang. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada pengirim barang saat mengirim barang ke Shafco. Adapun zonasi penerimaan barang dibagi kedalam beberapa zona yaitu: 1. Zona Penerimaan barang vol. Besar 2. Zona penerimaan barang Vol. Kecil 3. Zona penerimaan barang tanpa PO 4. Zona penerimaan barang return toko Dengan adanya 4 zona ini diharapkan proses penerimaan barang akan lebih teratur dan lancar.